
Ethereum adalah platform blockchain terdesentralisasi yang memungkinkan pembuatan dan menjalankan aplikasi terdesentralisasi (dApps) dan kontrak pintar (smart contracts). Diluncurkan pada tahun 2015, Ethereum telah menjadi salah satu platform blockchain paling populer dan berpengaruh di dunia, dengan mata uang kriptonya, Ether (ETH), yang merupakan aset kripto terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar setelah Bitcoin.
Sejarah Ethereum
Ethereum diperkenalkan melalui white paper oleh Vitalik Buterin pada tahun 2014 dan diluncurkan pada tahun 2015 oleh Buterin bersama Joe Lubin, pendiri ConsenSys. Ethereum dikembangkan dengan visi lebih luas dibandingkan sekadar metode pembayaran digital, seperti yang dilakukan oleh Bitcoin. Sejak peluncurannya, Ethereum telah berkembang pesat dan ETH menjadi mata uang kripto terbesar kedua berdasarkan nilai pasar, hanya berada di bawah Bitcoin.
Pada tahun 2016, Ethereum mengalami peristiwa penting, yaitu perpecahan (hard fork) yang membagi jaringan menjadi Ethereum dan Ethereum Classic (ETC). Ini terjadi setelah peretasan proyek The DAO yang mengakibatkan pencurian lebih dari $50 juta ETH. Untuk mengatasi masalah ini, sebagian besar komunitas Ethereum memilih untuk membuat blockchain baru yang membatalkan transaksi curang tersebut. Namun, sebagian kecil komunitas tetap menggunakan blockchain lama, yang kini dikenal sebagai Ethereum Classic.
Baca juga: Pemegang Bitcoin Terbanyak di 2025, Berikut Daftarnya!
Cara Kerja Ethereum
Ethereum bekerja dengan sistem blockchain yang mencatat setiap transaksi dalam jaringan. Berikut adalah beberapa komponen utama dalam ekosistem Ethereum:
- Smart Contract – Program komputer yang berjalan secara otomatis di atas blockchain Ethereum tanpa campur tangan pihak ketiga. Smart contract digunakan dalam berbagai aplikasi, termasuk keuangan terdesentralisasi (DeFi), NFT, dan manajemen data.
- Ether (ETH) – Mata uang asli dalam jaringan Ethereum yang digunakan untuk membayar biaya transaksi atau gas fee.
- Ethereum Virtual Machine (EVM) – Lingkungan eksekusi yang memungkinkan pengembang menjalankan smart contract dengan aman.
- Decentralized Applications (DApps) – Aplikasi yang berjalan di atas blockchain Ethereum, seperti Uniswap (DEX) dan AAVE (platform pinjam-meminjam aset kripto).
Kelebihan Ethereum
- Fleksibilitas: Ethereum dapat digunakan untuk membangun berbagai jenis aplikasi, termasuk aplikasi keuangan, game, dan platform media sosial.
- Inovasi: Ethereum terus berinovasi dan mengembangkan fitur-fitur baru, seperti smart contracts dan dApps.
- Komunitas yang kuat: Ethereum memiliki komunitas pengembang dan pengguna yang besar dan aktif.
Risiko Ethereum
- Volatilitas harga: Harga Ether (ETH) dapat sangat fluktuatif, sehingga investasi dalam Ethereum memiliki risiko tinggi.
- Masalah skalabilitas: Ethereum menghadapi tantangan skalabilitas, yang dapat menyebabkan biaya transaksi yang tinggi dan waktu pemrosesan yang lama.
- Keamanan: Meskipun blockchain Ethereum aman, smart contracts dapat memiliki kerentanan yang dapat dieksploitasi oleh peretas.
Ethereum vs. Bitcoin
Meskipun sering dibandingkan dengan Bitcoin, Ethereum memiliki beberapa perbedaan mendasar:
- Fungsi utama: Bitcoin berfungsi sebagai mata uang digital, sementara Ethereum adalah platform untuk pengembangan aplikasi terdesentralisasi.
- Batas pasokan: Bitcoin memiliki suplai maksimal 21 juta koin, sementara jumlah ETH yang dapat dibuat tidak terbatas, meskipun ada batasan tahunan dalam proses minting.
- Mekanisme Konsensus: Ethereum menggunakan proof-of-stake, sedangkan Bitcoin masih menggunakan proof-of-work yang lebih boros energi.
- Biaya transaksi: Ethereum menerapkan biaya gas yang dibayarkan oleh pengguna dan dibakar oleh jaringan, sedangkan biaya transaksi Bitcoin diberikan kepada penambang.
Masa Depan Ethereum
Ethereum terus berupaya meningkatkan skalabilitas dan efisiensi dengan konsep danksharding, yang memungkinkan data transaksi diproses di luar rantai utama sebelum dikompilasi dan dimasukkan ke blockchain Ethereum.
Ethereum juga memiliki roadmap pengembangan yang mencakup:
- Transaksi lebih murah dengan peningkatan mekanisme rollup.
- Keamanan lebih tinggi untuk menghadapi potensi serangan di masa depan.
- Pengalaman pengguna yang lebih baik dengan dukungan lebih lanjut untuk smart contract dan node ringan.
- Future-proofing untuk mengantisipasi masalah yang mungkin muncul di masa mendatang.
Ethereum dan Web3
Ethereum menjadi tulang punggung banyak aplikasi Web3, yaitu konsep internet terdesentralisasi yang lebih terbuka dan transparan. Dalam dunia gaming, Ethereum digunakan di platform seperti Decentraland dan Axie Infinity, yang mengintegrasikan aset digital dengan teknologi blockchain.
Selain itu, Ethereum mendukung Non-Fungible Tokens (NFT), yang memungkinkan aset digital unik untuk diperdagangkan secara aman di blockchain. NFT telah digunakan dalam berbagai bidang, mulai dari seni digital hingga kartu koleksi olahraga.
Ethereum juga mendukung pengembangan Decentralized Autonomous Organizations (DAOs), yang memungkinkan pengambilan keputusan kolektif melalui smart contract.
Dengan berbagai inovasi ini, Ethereum terus menjadi pilar utama dalam perkembangan dunia blockchain dan keuangan terdesentralisasi.
Baca juga: Mengenal Stablecoin, Dari Fiat-Backed hingga Algorithmic
Ethereum adalah platform blockchain yang inovatif dan serbaguna dengan potensi besar untuk mengubah berbagai industri. Meskipun memiliki risiko, Ethereum tetap menjadi salah satu platform blockchain paling menarik dan menjanjikan di dunia.
Investasi ethereum dan aset kripto lainnya lebih aman di Mobee, aplikasi teregulasi oleh BAPPEBTI dan OJK. Download aplikasinya sekarang di App Store atau Google Play!
Sumber:
What Is Ethereum and How Does It Work? Diakses pada 2025. Investopedia.
What is Ethereum and how does it work? Diakses pada 2025. IG.