passive-income

Cryptocurrency bukan hanya alat investasi, tetapi juga dapat menjadi sumber passive income. Dengan strategi yang tepat, Anda bisa mendapatkan penghasilan tambahan dari aset kripto tanpa harus aktif berdagang setiap hari. Artikel ini akan membahas tujuh metode terbaik untuk menghasilkan passive income dari kripto beserta kelebihan dan kekurangannya.

1. Staking Aset Kripto

Staking adalah cara populer untuk mendapatkan passive income dengan mengunci aset kripto dalam jaringan blockchain. Sebagai imbalannya, Anda akan menerima reward dalam bentuk token. Proses ini membantu menjaga keamanan dan operasional blockchain.

Keuntungan Staking:

  • Potensi imbal hasil tinggi.
  • Relatif mudah dilakukan.
  • Mendukung ekosistem blockchain.

Kekurangan Staking:

  • Dana terkunci dalam periode tertentu.
  • Risiko fluktuasi harga kripto yang dapat mengurangi nilai investasi.
  • Tidak semua proyek staking terpercaya.

Baca juga: Perbedaan Menabung dan Investasi, Mana yang Lebih Menguntungkan?

2. Menjadi Penyedia Likuiditas (Liquidity Provider)

Dengan menyediakan likuiditas di platform decentralized exchange (DEX), Anda bisa mendapatkan keuntungan dari biaya transaksi yang dibayarkan oleh pengguna lain. Ini dilakukan dengan menyetorkan pasangan aset kripto ke dalam liquidity pool.

Keuntungan Menjadi Penyedia Likuiditas:

  • Sumber pendapatan pasif dari biaya transaksi.
  • Bisa dilakukan dengan berbagai token.
  • Potensi keuntungan lebih besar dibanding staking.

Kekurangan Menjadi Penyedia Likuiditas:

  • Risiko impermanent loss akibat fluktuasi harga aset.
  • Tidak semua pool menawarkan imbal hasil yang tinggi.
  • Memerlukan pemahaman teknis yang lebih mendalam.

3. Yield Farming

Yield farming melibatkan penyetoran aset ke dalam protokol DeFi untuk mendapatkan imbal hasil dalam bentuk token tambahan. Metode ini bisa memberikan keuntungan tinggi, tetapi juga memiliki risiko yang lebih besar dibandingkan staking.

Keuntungan Yield Farming:

  • Potensi keuntungan tinggi.
  • Dapat mengoptimalkan hasil dengan strategi yang tepat.
  • Beragam platform tersedia untuk yield farming.

Kekurangan Yield Farming:

  • Risiko tinggi karena volatilitas harga.
  • Potensi kehilangan modal akibat kegagalan smart contract.
  • Membutuhkan pemantauan rutin untuk hasil optimal.

4. Crypto Lending (Peminjaman Kripto)

Crypto lending memungkinkan Anda meminjamkan aset kripto kepada peminjam melalui platform khusus dan mendapatkan bunga sebagai imbalannya. Ini seperti deposito bank tetapi dalam bentuk aset digital.

Keuntungan Crypto Lending:

  • Penghasilan pasif dari bunga pinjaman.
  • Beragam platform yang menawarkan layanan ini.
  • Cocok bagi investor yang ingin asetnya tetap berkembang.

Kekurangan Crypto Lending:

  • Risiko gagal bayar dari peminjam.
  • Platform pinjaman bisa mengalami kebangkrutan atau serangan siber.
  • Dana terkunci untuk periode tertentu.

5. Menjalankan Masternode

Masternode adalah server khusus yang membantu menjalankan fungsi blockchain tertentu. Untuk menjalankan masternode, Anda perlu mengunci sejumlah aset kripto dan memiliki perangkat dengan spesifikasi teknis yang memadai.

Keuntungan Masternode:

  • Reward reguler dari operasional jaringan.
  • Kontribusi dalam keamanan blockchain.
  • Cocok bagi mereka yang memiliki investasi jangka panjang.

Kekurangan Masternode:

  • Memerlukan investasi awal yang besar.
  • Tidak semua proyek masternode menguntungkan.
  • Membutuhkan pemahaman teknis untuk mengelolanya.

6. Program Afiliasi Kripto

Banyak platform kripto menawarkan program afiliasi di mana Anda bisa mendapatkan komisi dengan mengundang pengguna baru untuk bergabung atau berdagang di platform tersebut.

Keuntungan Program Afiliasi:

  • Tidak perlu modal awal.
  • Komisi pasif dari setiap pengguna yang bergabung melalui tautan Anda.
  • Bisa dilakukan bersamaan dengan metode lain.

Kekurangan Program Afiliasi:

  • Bergantung pada jumlah orang yang mendaftar.
  • Tidak semua program afiliasi menawarkan komisi yang menarik.
  • Bisa terkena aturan atau batasan dari platform terkait.

7. Mendapatkan Airdrop

Airdrop adalah distribusi gratis token kripto yang biasanya diberikan oleh proyek baru untuk meningkatkan adopsi dan kesadaran. Anda hanya perlu memenuhi syarat tertentu seperti memegang token tertentu atau mengikuti aktivitas media sosial proyek tersebut.

Keuntungan Airdrop:

  • Token gratis tanpa investasi.
  • Bisa menjadi aset bernilai di masa depan.
  • Mudah diikuti.

Kekurangan Airdrop:

  • Tidak semua airdrop memiliki nilai tinggi.
  • Banyak proyek scam yang menawarkan airdrop palsu.
  • Token airdrop sering memiliki likuiditas rendah.

Baca juga: Bitcoin vs Emas: Mana yang Lebih Cocok untuk Investasi Jangka Panjang?f

Menghasilkan passive income dari kripto kini semakin mudah dengan berbagai metode yang tersedia. Staking, liquidity providing, yield farming, crypto lending, masternode, program afiliasi, dan airdrop adalah beberapa cara terbaik untuk mendapatkan penghasilan pasif dari aset digital Anda. 

Namun, sebelum memilih metode yang tepat, pastikan Anda memahami risiko dan melakukan riset menyeluruh. Dengan strategi yang baik, kripto bisa menjadi sumber pendapatan yang menguntungkan dalam jangka panjang.

Mau mulai investasi dan mendapatkan passive income dari kripto? Gunakan saja aplikasi Mobee! Sebagai pemegang lisensi PFAK dari BAPPEBTI, Mobee memastikan keamanan dan transparansi dalam setiap transaksi. Mobee juga menawarkan kemudahan membeli token kripto kapan dan di mana saja. Download aplikasi Mobee sekarang dan mulai investasi digital Anda dengan percaya diri!

Sumber:
How To Earn Passive Income With Cryptocurrency. Diakses pada 2025. Forbes.
Passive Income from Crypto: 9 Easiest Ways to Earn in 2025. Diakses pada 2025. Blockpit.

Disclaimer:
Konten ini bertujuan untuk memberikan informasi tambahan kepada pembaca. Selalu lakukan penelitian sendiri sebelum melakukan investasi. Semua kegiatan jual beli dan investasi aset kripto sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.